Rabu, 26 Mei 2010

KELELAWAR



Apa itu kelelawar ?

Kelelawar adalah mamalia yang dapat terbang yang berasal dari ordo Chiroptera dengan kedua kaki depan yang berkembang menjadi sayap. Kelelawar memiliki peranan yang penting dalam ekosistem, antara lain sebagai pengontrol serangga hama, penyerbuk bunga dan penyebar bijian serta penghasil guano yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Hewan ini bersifat nokturnal sehingga kelelawar memerlukan tempat bertengger (roosting area) ketika siang hari

Jenis-jenis kelelawar.
1. Kalong :
Kalong adalah anggota bangsa kelelawar (Chiroptera) yang tergolong dalam familia Pteropodidae, satu-satunya familia anggota subordo Megachiroptera. Kalong adalah herbivora, dan hanya memakan buah-buahan atau menghisap nektar dari bunga. Walaupun kalong pada umumnya lebih besar daripada kelelawar, namun tidak semuanya demikian. Ada juga beberapa spesies yang panjangnya hanya sekitar 6 cm.


2. Kelelawar biasa :
Suku kelelawar terbesar, yang paling beragam dan paling tersebar luas, terdapat di setiap benua kecuali Antartika. Tengkorak dan susunan giginya bervariasi. Janis2 dari pulau Kalimantan dikelompokkan dalam empat anak suku yang terdiri dari 11 marga (dua di antaranya dibagi lebih lanjut menjadi anak marga). Masing2 marga dapat dibedakan berdasarkan kombinasi ciri-ciri eksternal seperti telinga dan bentuk sayap, dan juga ciri tengkorak dan gigi.
3. Kelelawar muka cekung
4. Kelelawar ladam
5. Kelelawar barong
6. Kelelawar ekor trubus

DIBALIK WAJAH BURUK KELELAWAR
http://cenil.files.wordpress.com/2007/04/bat1.jpg
Keriput dan kerutan pada wajah kelelawar sangat membawa berkah pada kelelawar. Sebab dengan dengan karakteristik wajah seperti itulah, kelelawar bisa memusatkan sinyal ultrasonic yang berguna untuk mengetahui keberadaan benda di sekitarnya. Kelelawar dikenal karena mempunyai kemampuan ekolokasi dengan mengeluarkan suara ultrasonic dan mendeteksi pantulanya untuk menentukan posisi mangsa atau menghindari rintangan disekelilingnya. Kebanyakan kelelawar mengeluarkan suara ultrasonic dari mulutnya, namun sekitar 300 spesies mengeluarkan ultrasonic dari hidungnya. Pada kelelawar yang mengeluarkan gelombang ultrasonic dari hidungnya, terdapat cuping hidung dan gelambir serta lekukan tak beraturan di sekitar lubang hidung. Fungsi lekukan tersebut baru terkuak setelah Roft Muller dari Universitas Shandong, cina melakukan pemodelan. Simulasi computer menunjukan kerutan horizontal yang memanjang di atas lubang hidung berfungsi sebagai rongga yang beresonansi pada frekuensi tertentu, dan itu menyebabkan gelombang suara dipancarkan pada frekuensi yang berbeda-beda. Dengan demikian kelelawar dapat melihat sekitarnya sekaligus menukik kea rah mangsa atau titik yang ditujunya. Subhanallah maha suci Allah telah memberi seluruh makhluk kelebihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar